Di dalam Telaga

Cinta ini kutulis didalam telaga

yang bening bagai cermin

yang dingin seperti tetesan embun

yang sejuk laksana hujan di penghujung tahun



Cinta ini kusimpan didalam telaga

karena ia takkan pergi kemana

karena ia akan selalu ada

dalam wadah yang terbentuk dari tanah



Dalam telaga ini aku bisa berkaca

lewat beningnya air

dalam telaga ini aku bisa melihat cinta

karena telaga selalu memberikan

kesejukan dalam kehausan

ketenangan dalam kerinduan



biarkan aku

selalu

menyimpan segenggam cinta

dalam sebuah telaga



2 Januari 2011



dedicated for all my love in my life

Memang Tinggal Bersyukur (saja)

coba lihat sekeliling

adakah udara hangat menerpamu

malam ini?



coba lihat sekeliling

adakah sarang-sarang nyamuk

menghias dingin gelap ini?



coba kita perhatikan

dengan seksama

adakah seorang anak menangis

karena selimutnya tertinggal

di rumah yang terendam laut

atau tertiup merapi?



coba kita rasakan perlahan

adakah makanan tersisa untuk esok

atau segenggam rupiah

yang menemanimu ketika lapar

dahaga, atau sedih sekalipun



bayangkan,

ketika kasur kesayangan kita tertelan bandang

dinding retak karam terkena ombak

pakaian lusuh menjadi harta satu-satunya



bayangkan,

kulit memerah terkena pedihnya udara

ayah ibu berlari menjemput tikar

untuk tidur nanti malam



sekarang,

lihat,

betapa akan nyenyaknya malam ini

aku akan terlelap tidur, dengan...

perut terisi penuh

uang tak pernah habis

selimut dan boneka kesayangan

didekap hangat dalam pelukan



Rabb..

bila saja aku mampu berbagi

sekarang juga

bila saja dukanya bisa kuambil sebagian

atau seperempatnya



tapi, dengan hati yang miskin ini

hamba memelas kasih

Kau berkenan

mencatat baik-baik

namaku ini

dalam golongan hambaMu

yang (masih) mau bersyukur



Amin



*mereka, saudara kita, yg sedang tenggelam dalam kesusahan

dan kita yang akan terlelap tidur dalam kehangatan

Nyanyian Sakit Hati

pagi ini bersakit hati
karna tusuk kata terhujam
padahal pagi masih kenduri

kata harusnya tak seperti itu
walau emosi jiwa penuh seluruh
harusnya bisa kuasai diri
tanpa harus melempar perih

oh cantiknya rupamu
oh indahnya gaunmu
namun sembilu dalam rahangmu
menghempas keluar


baiklah sudah termaafkan
meski luka tak kunjung membeku
karena saudara adalah utusanNya


*sms pagi*

Barisan Kebingungan

kita ini kebingungan
milik siapa
kemana langkah

karena kosong tak ada isinya
karena gelap remang
menikam mata

kami ini milik siapa
jalan susah
ringkih merayap bumi

pandangan membumbung tinggi
menjangkau angkasa raya
karena harapan masih terbang
mengangkasa..

kami ini mau kemana?
sesama saudara tak lagi percaya
takut terbunuh
takut dipenjara

kami ini harusnya bersama
agar kebingungan tak datang
melayang dalam kepala
lalu mabuk kepayang

kami..
milik kami, kalian, kau,
ataupun aku...


*dalam ruang penuh kebimbangan*

Mungkin Diri Kita

mari berkaca diri, hidup seperti apa yang ingin diajarkan kepada orang lain. Atau jangan2, pengalaman hidup orang lain itu lebih hebat dari pengalaman hidup kita sendiri? sementara kita asik bertopeng dalam kesombongan dan kemunafikan...

Abnormal

The Way I Love You
There's no reason to upset

The Way I Love You
I leave alone my mind

The Way I Love You
There's something I'm not Understand

Selalu *saja

17.39 by poemtography 0 komentar
Ditengah SAYA yang salah
Ditengah KAMU yang salah
Ditengah KITA yang salah
Tiap kali itu terjadi...


I Just Want To Drawning